Sponsor

Youtube

Puisi kritis jeritan rakyat



Bisa di katakan Sebuah puisi terkandung makna yang kritis , tersirat jeritan Hati Rakyat yang menyeruhkan apa arti kemerdekaan ,
Puisi yang dibacakan oleh Adinda MUTIA MUHAJJI yang juga anggota IRCAD, dengan suara lantang, suara tangis, membuat penonton seketika menjadi diam , tenang, dan semua mata tertuju pada si pembaca puisi.
Semua rasa bercampur menjadi satu,seolah suara rakyat menyatuh dalam puisi yang disampaikan secara singkat, padat dan penuh makna ,yang dibagian endingnya tersirat sebuah pertanyaan :
apakah kita sudah merdeka???  "Tanyanya "

Bebrapa jawaban yang di lontarkan dalam sambutan sambutan pada acara Puncak dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang diselenggarakan oleh IRCAD 02 yaitu
" ya..  Yakinkan diri sendiri bahwa Indonesia sudah merdeka, dan kemerdekaan itu sudah diproklamasikan oleh bapak presiden soekarno pada 17 agustus 1945 yang berasaskan pancasila sebagai lambang Negara "

Sambutan  lainnya  berkata :
" memang sudah dinobatkan kemerdekaan dalam melawan penjajah pada  tahun 1945,namun belum pada zaman saat ini, merdeka yang di ingin saat ini adalah merdeka  dalam masalah masalah kemasyarakatan , seperti bunyi pancasila, pada sila 5 , keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia "

Sepeti itulah beberapa bunyi kata kata sambutan dari para tamu undangan, namun apapun itu jawabannya, jawaban yang paling benar ada pada diri sendiri,bahwa siapa dan apa yang kita rasakan saat ini lalu coba ungkapkan dalam hati ,maka itulah jawabannya.

Mari kita baca puisinya sampe selesai


           INDONESIAKU TUMPAH DARAHKU
Indonesiaku menangis.
Bahkan tercabik-cabik.
Dengan hebat penguasanya sang korupsi.
Tak peduli rakyat menangis.
Nasibku kini menderita.
Rakyatmu kini sengsara.
Pemimpin yang tdk bijaksana
apakah pantas memimpin negara yang aman dan sentosa.

Indonesia tumpah darahku.
Pagi berganti malam.bulan berganti tahun
 tak terasa sudah 72 tahun kta merdeka .
Namun apakah kita sudah merdeka,
Kemerdekaan, kesejahteraan dan keadilan
hanyalah angan- angan bagi kta semua.
Kemerdekaan telah terjajah
Yang tinggal hanyalah kebodohan

Oh... Tuhan ku bersujud di hadapanmu
ku memohon ampun kepadamu...
Tuhan Berilah pemimpin yang adil untuk negeri ini
Rakyat membutuhkanya
Yang setia dalam memimpin
Yang menyentuh fakir miskin
Mengasihi anak yatim.

Ya... Tuhan yang maha esa
Kami mengharapkan pemimpin yang shaleh dan soleha.
Seseorang pemimpin negara dan agama.
Seseorang pemimpin yang adil dan beradap
Ya tuhan yang maha mengetahui dan maha megetahuinya .

Indonesiaku ....... Indonesia kta bersama.
Jangan hanya tinggal diam kawan,
mari ambil peranan sebagi pemudah
untuk perubahan bangsa ini
yaitu bangsa indoneai
Merdeka........!!! 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Puisi kritis jeritan rakyat "

Post a Comment